3D Printing + Waktu = 4D Printing
Akhir-akhir ini, teknologi 3D printing lagi hangat dibicarakan publik. Tahun 2014 akan dicatat sejarah sebagai tahun dimana teknologi 3D printing keluar dari laboratorium dan menjadi produk komersial. Tapi tahukah anda, sesuatu yang lebih canggih sedang menunggu giliran prime-time-nya: 4D printing. Wow! Apalagi ini? Dari sisi geometri, tentunya sulit untuk membayangkan sebuah objek berdimensi 4. Tapi coba bayangkan sebuah struktur 3D yang bisa berubah-ubah bentuk dengan stimulasi tertentu, sehingga aksis atau dimensi keempatnya adalah waktu. Dengan demikian, by-definition, struktur seperti ini berhak disebut objek 4D. Jadi teknologi 4D printing sebenarnya adalah teknologi 3D printing dengan material yang bisa melakukan deformasi (perubahan bentuk).
Jadi, kuncinya ada pada material yang digunakan. Para peneliti telah berhasil mendemonstrasikan karakteristik sebuah material yang disebut “shape memory alloy” atau SMA. Material ini berbentuk logam yang dapat berubah bentuk ketika dipicu oleh perubahan suhu atau medan elektromagnetik, tapi memiliki fungsi “ingatan” untuk kembali ke bentuk originalnya. SMA dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, misalnya dalam bidang robotik, yakni sebagai aktuator (pemicu) untuk mensimulasikan gerakan otot manusia. Aplikasi lain mencakup bidang-bidang medis, kesematan dan militer.