Alkitab Gutenberg

Alkitab Gutenberg

April 27, 2023 Books Christianity 0
Alkitab Gutenberg

Tak dapat dipungkiri, Alkitab telah sangat berpengaruh dalam sejarah baik dari aspek referensi sejarah dan sastra maupun aspek keagamaan. Versi Alkitab yang dicetak oleh Johann Gutenberg telah mengawali sebuah revolusi teknologi yang berdampak besar pada masyarakat. Sebelum Gutenberg, pencetakan dokumen dilakukan dengan memahat blok kayu secara manual satu per satu untuk setiap halaman. Ini bekerja dengan baik untuk gambar tetapi terlalu memakan waktu untuk teks apapun yang panjang. Setiap salinan dari Alkitab yang ditulis dengan tangan memakan waktu bertahun-tahun untuk diproduksi oleh beberapa biarawan yang melek huruf di biara. Gutenberg dilahirkan di Mainz, Jerman, dan mulai bereksperimen dengan jenis huruf yang dapat dipindahkan dari logam pada awal 1430-an. Setelah beberapa percobaan, Gutenberg merasa cukup percaya diri untuk mencetak Alkitab. Proses pencetakan dua halaman per sekali cetak dan diulang sampai setiap salinan tercetak. Gutenberg membutuhkan tiga tahun untuk mencetak sekitar 180 salinan Alkitabnya. Ini lumayan cepat jika dibandingkan dengan para biarawan yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menulis satu salinan dengan tangan. Gutenberg membuat cetakan untuk 270 karakter, termasuk huruf besar dan kecil, tanda baca, dan singkatan. Tinta yang dibuat dari air tidak cukup menempel pada huruf logam sebelum dicetak di kertas, jadi Gutenberg menciptakan tinta berbasis minyak yang memberikan kedalaman warna pada halaman yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dampak dari pencetakan jenis huruf yang dapat dipindahkan ini tak terbantahkan. Buku-buku bisa direproduksi dalam jumlah besar dengan biaya dan tenaga yang jauh lebih rendah daripada ditulis dengan tangan. Melek huruf meningkat karena lebih banyak orang memiliki akses pada kata tertulis. Ide dan pengetahuan dalam buku-buku bisa ditukar, didiskusikan, dan dikembangkan lebih cepat dari sebelumnya. Penerbitan Alkitab Gutenberg memicu dimulainya periode Renaisans dan lahirnya ilmu pengetahuan modern. Dampak besar dari pencetakan jenis huruf yang dapat dipindahkan ini setara dengan penemuan Internet di era modern ini. Sekarang hanya ada 49 salinan Alkitab Gutenberg yang masih bertahan. Yang terakhir terjual pada tahun 1978 seharga $2,2 juta. Jika tersedia hari ini, mungkin akan dihargai hingga $35 juta.

Sumber: Christianson, S., & Salter, C. (2018). 100 Books that changed the world. Batsford. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *